Minggu, 25 Februari 2024

 

 REFLEKSI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL SESUAI DENGAN ALUR MERDEKA

 

            1. Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran

            2. Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 

            3. Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 

           4. Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)

               5.  Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ?Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  

6.      6Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 

7.         7.  Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal? 

Jawab:

1.      Yang saya pikirkan mengenai topik ini yaitu; Dalam topik ini, pembekalan bagi guru untuk mempelajari memperhatikan sosiokultural peserta didik. dalam proses pembelajaran dan evaluasi pmebelajaran.

2.      Yang saya pelajari dari konsep pada topik ini adalah begitu pentingnya penerapan perpektif sosiokultural dalam pendidikan. Hal ini karena perpektif sosiokultural dapat membantu meningkatkan efektifitas pendidikan dengan memeberikan pemahaman tentang bagai mana konteks sosial dan budaya dapat mempengaruhi proses pembelajaran.

3.      Dalam ruang kolaborasi, kami mempelajari materi tentang perspektif sosiokultural dalam pendidikan khususnya faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik  yang sangat penting dipertimbangkan dan diterapkan kedalam strategi pembelajaran.

4.      Pada demontrasi kontekstual, hal penting yang saya pelajari adalah saya bersama teman-teman dikelas melakukan diskusi mengenai topik 1 tentang perpektif sosiokultural, yaitu membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan seperti budaya, sosial, ekonomi, dan juga politik.

5.      Yang telah saya pelajari mengenai topik ini adalah tentang pentingnya penerapan perspektif sosiokultural dalam pendidikan. Karena setiap peserta didik yang akan ditemui pasti memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga sebagai seorang pendidik tentu kita harus menerapkan pembelajaran dengan prinsip kebersamaan, dan slaing menghargai perbedaan.

6.      Yang telah saya pahami dari mata kuliah ini dan keterkaitannya dengan mata kuliah lain adalah: a) Keterkaitan dengan filosofi pendidikan Indonesia yaitu kondisi pendidikan Indonesia mengalami perubahan dari zaman ke zaman hal ini desebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, budaya, dan politik. b) Keterkaitan dengan mata kuliah pemahaman peserta didik yaitu siswa memiliki keberagaman, oleh karena keberagaman ini seorang guru harus mampu memahami keberagaman latar belakang tersebut dan karakteristik siswa. c) Keterkaitan dengan topik pebelajaran berdiferensiasi yaitu, guru harus mampu merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

7.      Mata kuliah ini sangat bermanfat untuk kesiapan saya sebagai guru karena melalui pembelajaran topik ini saya memahami bahwa dalam proses pembelajaran saya perlu memperhatikan dan mengenal keberagaman karakteristik siswa dengan begitu proses dan hasil pembelajaran menjadi bermakna.

Saya menilai kesiapan saya menjadi guru di angka 8, karena dalam praktik pembelajaran yang telah saya lakukan berbekal pengetahuan dari mata kuliah sebelumnya saya telah menyusun dan melakukan pembelajaran yang hampir sesuai dengan kebutuhan belajar pesert didik. Selanjutnya yang perlu saya persiapakan lagi lebih lanjut adalah memaksimalkan penerapan proses pembelajaran dengan memahami dan memperhatikan karakteristik peserta didik, mulai dari observasi karakteristik, gaya belajar, perancangan dan penyusunan perangkat pembelajaran dan asesmen.